Hasil Review : Kost Di Gembongan Karangjati Semarang Tidak Ada Air


Penelitian dari para nitizen yang pernah merasakan menjadi anak kost di kawasan Gembongan Karangjati Semarang menyebutkan bahwa rata rata kost yang ada di wilayah tersebut tidak ada air. Memang sudah beberapa bulan terkahir, di wilayah Semarang tidak turun hujan yang menyebabkan sumber air mengering.

Di daerah Gembongan Karang jati Semarang mayoritas menggunakan sumur biasa dan sumur bor sebagai alat untuk sumber mata air. Tidak ada PDAM di wilayah tersebut sehingga warga hanya bergantung pada air yang berasal dari sumur yang mereka miliki.

Banyak keluhan dari para penghuni kontrakan atau kost. Air yang seharusnya menjadi fasilitas, tidak bisa dirasakan para penghuni kost. Berikut adalah beberapa keluhan pasca ketidakadaan air di kost wilayah Gembongan Karangjati Semarang.

1. Tidak Bisa Mandi

Para penghuni kost tidak bisa mandi dikarenakan tidak ada air untuk membersihkan tubuh mereka. Ada yang seharian tidak mandi bahkan pagi hari ketika hendak berangkat kerja pun ada yang terpaksa tidak mandi.

2. Tidak Bisa Mencuci

Keluhan yang kedua yaitu tidak bisa mencuci. Jangankan mencuci, untuk mandi saja tidak bisa dirasakan oleh para penghuni kost. Mencuci piring atau gelas dan perabotan pun sangat susah. Para penghuni kost terpaksa membeli air galon untuk mencuci. Dan untuk mencuci baju atau pakaian, penghuni kost terpaksa mengeluarkan uang tambahan lagi untuk laundry.

3. Tidak Bisa Pipis

Keluhan yang termasuk penting yaitu terkait dengan pipis atau kencing atau buang air kecil. Sudah menjadi kodrat manusia bahwa setiap hari pasti membuang air seni. Disisi lain tidak ada air, hal ini tentu sangat jorok jika para penghuni kost setelah buang air kencing tidak disiram pasti menimbulkan bau yang menyengat tidak enak.

4. Tidak Bisa BAB

Sangat kacau jika kondisi perut sedang tidak kondusif yaitu ingin buang air besar akan tetapi tidak ada air untuk persediaan. Hal inilah yang dirasakan oleh para penghuni kost. Akhirnya sebagai solusi para penghuni kost harus jalan kaki menuju ke SPBU atau pombensin hanya untuk buang air besar. Jaraknya pun cukup jauh sekitar 2 km jalan kaki, karena kebanyakan penghuni kost adalah perantauan yang tidak membawa sepeda motor sendiri jadi harus jalan kaki.

Itulah hasil penilitian dari sejumlah nitizen yang mengungkap kehidupan anak kost di wilayah Gembongan Karang jati Semarang Jawa Tengah. Nitizen berharap semoga para pemilik kost bisa mencari solusi air sebagai bentuk fasilitas setiap penghuni kost.