Intip Pesona Masjid Agung Banten Yang Sangat Mirip Masjid Nabawi, Masya Allah

SELAIN terkenal dengan wisata pantai dengan pesona yang indah, Banten juga cocok dijadikan destinasi wisata religi untuk umat muslim. Banten punya masjid yang akan memanjakan mata Anda, yang mampu membawa Anda ke dalam atmosfer Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Ketika Anda memasuki kawasan Kesultanan Banten di Kasemen, Serang Banten, Anda akan disuguhi dengan berbagai pemandangan menarik. Bagaikan berada di Masjid Nabawi, Masjid Agung Banten ini sengaja dibangun dengan pesona keindahan yang luar biasa.

Melansir Wonderful Indonesia, Kamis (26/3/2020), Masjid Agung Banten dibangun di atas tanah seluas 1.4 hektare. Masjid rancangan Tjek Ban Tjut ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin pada tahun 1566.

Keberadaan Masjid Agung Banten kini semakin cantik setelah direvitalisasi dengan menghadirkan konsep eksotis ala Masjid Nabawi di Madinah. Namun, tak banyak yang berubah dari arsitektur bangunan utama masjid dengan ciri khas atap tumpuk lima yang diadopsi dari budaya Hindu.

Masjid Agung Banten dijadikan sebagai destinasi wisata religi yang paling ramai dikunjungi peziarah yang kerap datang berbondong-bondong. Revitalisasi yang menghadirkan suasana baru ini menambah magnet dan pesona Banten Lama. Begitu menginjakkan kaki di pelataran masjid, angan langsung melayang ke Masjid Nabawi.

Delapan payung cantik yang dipasang mengingatkan hal yang serupa di masjid yang dibangun Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah. Jalan menuju Masjid Agung Banten dan makam para Sultan Banten beserta kerabatnya, sekarang tak lagi harus menembus lorong pasar yang dihuni ribuan pedagang kaki lima.

Di halaman masjid, sebuah menara tunggal kokoh menjulang layaknya mercusuar. Menara karya arsitek Belanda Hendrick Lucasz Cardeel pun selalu menjadi daya tarik para peziarah.

Untuk bisa sampai di puncak menara setinggi kurang lebih 24 meter tersebut, kita harus menapaki 83 anak tangga lewat lorong yang dapat dilalui satu orang saja. Cukup melelahkan memang. Namun, rasa capek terbayar lunas oleh pemandangan indah di seputar masjid dari ketinggian dan perairan lepas pantai yang berjarak sekitar 1,5 km sejauh mata memandang.

Hawa cukup panas dan gerah di pelataran masjid berbanding terbalik dengan suasana di serambi apalagi di dalam masjid. Beragam aroma wewangian yang dibawa peziarah menyebar ke setiap sudut ruangan. Interior masjid kuno ini juga menawan. Terdapat puluhan tiang penyangga dengan ornamen buah labu.

Makam para Sultan Banten memang menjadi tujuan utama para peziarah datang ke tempat ini. Salah satunya karena punya hubungan yang kuat dengan penyebaran Islam di Pulau Jawa yang dilakukan Wali Songo.

Ada 21 sultan dan pangeran yang dimakamkan di areal masjid seluas total 20 ribu meter persegi itu. Di kiri masjid terdapat makam Sultan Maulana Hasanuddin dan permaisurinya hingga Sultan Ageng Tirtayasa. Sedangkan di serambi kanan ada makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul Arifin hingga Ratu Masmudah.