Loading...

MUI Tanggapi Dalih Soal Virus Corona Ciptaan Tuhan, Jangan Takut ke Masjid

Loading...
Loading...

LIPSUS GAME PUBG DAN KEKERASAN, Asrorun NiamMUI sudah mengeluarkan fatwa perihal salat Jumat di daerah terpapar wabah. MUI meminta agar umat Islam di daerah tersebut salat di rumah atau menggantinya dengan salat Zuhur.
ADVERTISEMENT

Tetapi terkait fatwa itu, tak sedikit kalangan Islam yang  abai. Bahkan terkesan meremehkan dengan dalih virus ciptaan Tuhan, jadi tak perlu takut ke masjid.
Di Simpang Jalan

Untuk mencegah penularan corona, pemerintah Jokowi bisa menetapkan lockdown parsial alih-alih total. Area yang dikunci misalnya Jabodetabek. Bagaimana skenarionya? Simak selengkapnya di collection ini dan subscribe agar dapat notifikasi story baru.
Apa kata MUI soal itu?

"Allah SWT menciptakan segala sesuatu untuk kepentingan manusia. Tapi pada saat sama, kita diberikan akal untuk memilih antara hidup dan mati, milih antara sehat dan sakit. Ketika diberikan sakit, maka kita dianjurkan dengan akal sehat untuk berobat. Benar sakit adalah ciptaan Allah tapi dengan akal budi kita diwajibkan untuk ikhtiar. Kalau kita sakit, kita ikhtiar untuk berobat. Kalau kita sehat, diwajibkan jaga kesehatan jangan sampai menjerumuskan diri dalam kebinasaan," beber Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Asrorun Niam dalam keterangannya, Kamis (19/3).
ADVERTISEMENT

Niam melanjutkan, dengan demikian musibah segera hilang sehingga bisa kembali normal dalam menjalankan aktivitas keagamaan.

"Kalau ibadah saja boleh dibatasi apalagi aktivitas lain yang bersifat berkerumun serta berpotensi menyebarkan penularan.  Ibadah tetap jalan terus tetapi pada saat yang sama kita jaga keselamatan jiwa diri dan saudara-saudara kita," tegas dia.

Niam juga menjelaskan soal fatwa MU. Menurut dia ada kesalahpahaman soal fatwa itu.
LIPSUS GAME PUBG DAN KEKERASAN, Asrorun Niam

"Ada yang memiliki kesalahpahaman terkait fatwa. Yang harus dipahami ada kondisionalitas yang terkait person dan kawasan. Seseorang yang positif covid maka enggak boleh berada dalam komunitas publik termasuk untuk kepentingan ibadah. Bukan meniadakan ibadah, tapi agar tidak menularkan ke yang lain," jelas dia.

"Sementara dia sehat dan ada di kawasan tingkat penularan rendah salat tetap dilaksanakan tapi harus memperhatikan protokol kesehatan sosial. Untuk itu penting yang ada di dalam posisi orang sehat dan rendah kawasan penyebaran, ibadah memperhatikan aspek kesehatan jaga diri dan lingkungan agar potensi pemaparan enggak tinggi," tutup dia.

LihatTutupKomentar
Loading...