Pasien Positif Corona Di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien positif corona pertama di Kabupaten Banyuwangi. Selain sudah copot alat bantu pernafasa, pasien sudah bisa berkomunikasi dan makan sendiri.

Dari rilis tertulis dari Pemkab Banyuwangi, untuk memastikan status kesehatannya, pasien perempuan berusia 39 tahun itu kembali menjalani tes swab pada Senin (30/3/2020).

“Sudah copot alat bantu pernapasan sejak beberapa hari ini. Sudah bisa duduk dan makan sendiri dengan lancar. Maka hari ini kami ambil swab lagi untuk diuji untuk memastikan apakah sudah negatif atau belum,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, dr Widji Lestariono saat konpers, Senin (30/3/2020).

Satu hari kemudian, pasien kembali mengeluh sakit dan kembali periksa ke rumah sakit. Saat diperiksa lebih intensif, ada indikasi pasien terpapar Covid-19.

Pasien pun dirujuk ke RSUD Blambang pada 22 Maret 2020 dengan status ODP. Setelah diperiksa ulang, status pasien dinaikkan menjadi PDP dan menjalani perawatan di ruang isolasi.

Rio mengatakan hasi tes pasien yang dikirim ke Surabaya menunjukkan hasil negatif. Namun dari hasil tes sampel di Jakarta, pasien dinyatakan positif Covid-19.

“Jadi sejak Minggu malam, pasien terkonfirmasi positif Covid-19),” kata Rio.

Selama di Banyumangi, pasien tinggal bersama suami, anak, dan orangtuanya. Saat ini mereka telah ditetapkan sebagai OPD.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan saat ini ada 196 ODP dan sebanyak 80 ODP adalah datang dari Bali.

Untuk itu ia meminta seluruh warga yang baru datang dari luar kota untuk melakukan isolasi dan melapor ke perangkat desa.

“Saat ini ditengarai telah banyak pemudik dari berbagai kota besar yang pulang ke daerah, termasuk Banyuwangi. Maka saya minta kerja samanya untuk melapor. Puskesmas juga sudah diinstruksikan untuk memantau,” ujarnya.

Saat ini Pemkab Banyuwangi telah berupaya melengkapi kebutuhan fasilitas rumah sakit isolasi.

Sudah ada 350 bed yang disiapkan sebagai tempat isolasi pasien di RSUD, RS Swasta, hingga beberapa tempat darurat, termasuk rumah dinas Bupati Anas.