Umat Islam Alami Kekerasan Di Delhi, Kios-kios Dibakar, Polisinya Cuek-Cuek Saja

Ilustrasi: KerusuhanTampak di salah satu sisi pasar terdapat sisa-sisa pembantaian. Pada saat orang-orang Hindu turun, kios-kios milik umat Islam lambat laun menjadi serpihan puing dan Abu.  padahal tidak jauh dari lokasi itu sekitar 100 meter ada dua Kantor Polisi.

Pada kali pertama  terjadi serangan massa ditimur laut Delhi dan berlanjut pada kali kedua dan ketiga hingga pada saat umat Islam putus asa mereka lari ke kantor polisi Gokalpuri dan Dayalpur berteriak sembari minta tolong.

Akan tetapi disetiap mereka datang ke kantor tersebut mereka dapati kantor itu terkunci dari dalam. Selama tiga hari lamanya pertolongan tidak kunjung menghampiri mereka.

“Bagaimana bisa mereka membakar pasar kita dengan cara yang mengerikan, sementara sangat dekat dengan dua kantor polisi, dan tidak dapat dihentikan?” kata seorang penjaga toko, yang meminta untuk tetap anonim karena takut akan pembalasan, dikutip dari Republika Online di the Guardian, Rabu (18/3).

Ia pun melanjutkan, apabila ia mengajukan keluhan kepada polisi dan identitasnya terbongkar, ia akan menghadapi masalah yang sangat serius. peristiwa ini menjadi konflik agama terburuk yang melanda Ibu Kota dalam beberapa dasawarsa, Sejak kerusuhan yang meletus di Delhi pada akhir Februari, . pertanyaan-pertanyaanpun terus muncul tentang peran yang dimainkan oleh polisi Delhi dalam memungkinkan kekerasan itu terjadi.

Pada dasarnya konflik ini bermula pada saat gerombolan orang hindu menyerang umat Islam. Dari 51 orang yang meninggal, setidaknya tiga perempat adalah Muslim. Di samping itu, masih banyak Muslim yang hilang.

“Selama kerusuhan baru-baru ini di Delhi, peran polisi sangat tercela,” kata pensiunan perwira polisi senior dari Uttar Pradesh, SR Darapuri.

Ia juga mengatakan bahwa keberadaan polisi itu bukan hanya berpihak kepada orang Hindu yang menyerang umat Islam, tetapi para polisi juga menggunakan kekerasan secara brutal kepada umat Muslim. Bahkan para polisi itu dengan sengaja membiarkan tanpa tanggapan disaat umat Islam meminta bantuan karena terjebak dengan kekerasan di beberapa daerah. Peran polisi bersifat komunal, tidak etis, dan tidak profesional.

Disebutkan pula bahwa polisi-polisi Delhi itu berada di bawah komandu Pemerintah Partai Bharatiya Janata (BJP) yang saat ini berkuasa. khususnya Menteri Dalam Negeri dan Presiden Partai, Amit Shah, yang merupakan salah satu pendukung paling gigih dalam agenda nasionalis Hindu BJP. Dia sebenarnya memiliki tujuan untuk menjadikan India menjadi Hindu bukan negara sekuler. Semua ini berakibat dikenalnya secara luas bahwa agenda politik pemerintah BJP, yakni Perdana Menteri Narendra Modi sebagai orang yang anti Muslim. Kelihatannya memang  pemikiran ini telah tertanam kuat dalam pola pikir polisi Delhi, yang merupakan kekuatan besar Hindu