Jaga Selama Lockdown, Polisi Terpaksa Makan Nasi Bungkus di Bawah Terik Matahari

Selama diberlakukannya lockdown atau Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) di Malaysia, anggota polisi dan tentara berada di garis depan untuk memastikan warga masyarakat mematuhi perintah tersebut.

Meski demikian, masih saja ada warga masyarakat yang menolak untuk mematuhi aturan PKP itu. Ketidakpatuhan warga masyarakat terhadap perintah ini tentu menyulitkan pihak berwenang untuk mengawasi dan kemudian memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Polisi sangat memerlukan kerja sama dari warga agar PKP berjalan lancar. Keletihan mereka dalam mengawasi pergerakan warga merupakan pengorbanan yang harus dibayar selama diberlakukannya PKP.

Di saat sebagian besar warga masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga mereka, petugas kepolisian harus berada di jalanan yang panas dan berdebu setiap hari untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.

Dalam sebuah postingan di Facebook Polis Diraja Malaysia (PDRM), terdapat sebuah foto yang memperlihatkan seorang anggota polisi terpaksa makan di tepi jalan, beratapkan langit dan terik matahari.

Hanya Beratapkan Langit dan Terik Matahari

Postingan yang membuat netizen tersentuh itu diberi judul Pic of the Day: Menjamah Sesuap Nasi Berbumbungkan Langit dan Terik Matahari.

 Polisi jaga lockdown di bawah terik matahari.

Di bawah judul itu dituliskan untaian kata mengharukan sekaligus pembakar semangat dalam menghadapi wabah virus corona.

'Tidak ada kamar mewah dan pendingin udara, tetapi tetap bersyukur walau hanya dapat menikmati makanan di tepi jalan'

'Biarpun hanya berbumbungkan langit dan terik matahari, namun yang pasti, mulut tidak pernah jemu mengucapkan syukur dan Alhamdulillah kepada-Nya'

'Itulah pengorbanan para petugas negara di barisan paling depan. Tetapkan semangat dan rapatkan barisan, semoga mata rantai wabah Covid-19 ini dapat diputuskan satu hari nanti'

Bayangkan Jika Dia Anggota Keluarga Kita

Netizen yang melihat foto dan membaca tulisan tersebut tersentuh hatinya. Sebagian bahkan mengaku terharu dan menangis.

Mereka tidak bisa membayangkan nasib para petugas ini yang berkorban waktu dan tenaga demi memastikan keselamatan warga dari virus corona.

" Coba lihat dari sudut hati kita. Andai dia anak kita, ayah kita, suami kita, abang kita, adik kita. Terlepas siapa dia, dialah pahlawan kita semua," tulis seorang netizen.

 Rela Tinggalkan Anak dan Istri serta Keluarga

" Inilah pengorbanan seorang anggota polisi yang rela meninggalkan anak dan istri serta keluarganya untuk sementara waktu demi menjalankan tugas dan tanggung jawab. Makan pun tidak tentu, waktu itu makan hanya sekadar mengisi perut kosong. Mereka tidak minta apa-apa dari kita. Mereka cuma mau kita semua tinggal di rumah saja," timpal netizen lainnya.

" Kasihan sekali, mereka melayani warga hingga tak punya waktu untuk makan atau beristirahat dengan leluasa. Sementara ada warga yang egois dan menyusahkan para petugas ini," kata netizen berikutnya.

Karena itulah Sahabat Dream, jika memang tidak ada keperluan yang mendesak sekali, cobalah untuk tetap tinggal di rumah. Ringankan beban pera petugas yang berada di garis terdepan dalam menghadapi penyebaran virus corona.

Apalagi belakangan ini muncul pembawa virus corona yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Ini sangat membahayakan karena dia tidak menyadari bahwa dirinya sudah positif Covid-19 sehingga berpotensi menularkannya ke orang-orang di sekitarnya.