Loading...

Keluarga Kecewa Antar Jenazah Korban Corona Dipungut Biaya Rp 15 Juta Dan Tanggapan Dinkes Tangerang

Loading...
Loading...

Informasi mengenai pungutan biaya bagi jenazah positif virus corona atau Covid-19 viral di media sosial (medsos).

Informasi tersebut awalnya beredar melalui media sosial Facebook dari akun Asep Suparman.

Ia mengunggah foto-foto pengataran jenazah yang meninggal akibat Covid-19 di kawasan Ciledug, Kota Tangerang.

Dalam unggahannya tersebut tampak beberapa petugas kesehatan lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) beserta petugas kepolisian mengantar jenazah ke rumah keluarga.

Namun, pihak keluarga ternyata dipungut biaya sampai Rp 15 juta untuk biaya pengantaran jenazah Covid-19 oleh rumah sakit swasta yang berada di Kota Tangerang itu.

“Ada korban meninggal di sebabkan kena Covid-19 di salah satu RS swasta di Kota Tangerang. Kemudian keluarga korban dikenakan biaya ambulance, peti jenazah, pendamping tenaga yang memakai alat APD sekitar ada 4 orang sejumlah Rp 15 juta,” penggalan tulisan Asep Suparman di Facebook milliknya.

Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Selasa (14/4/2020) di Ciledug, Kota Tangerang.

Jelas pula terlihat sebuah foto kuitansi yang menunjukan nominal pembayaran yang harus dilunaskan kepada pihak keluarga sejumlah Rp 15 juta.

Tanggapan Kadis Kesehatan Tangerang

Pihak Pemerintahan Kota Tangerang pun angkat bicara soal pungutan biaya pemulangan jenazah korban Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Liza Puspadewi menjabarkan Pemkot telah mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh biaya pemulasaran dan pemakaman serta mobil jenazah bagi pasien Covid-19 di Kota Tangerang tidak dipungut biaya.

“Tidak ada biaya yang dipungut oleh pemerintah bagi pasien yang terdampak Covid-19,” ujar Liza.

Ia mengungkapkan Pemkot telah menyiapkan surat teguran bagi rumah sakit yang tidak mengindahkan keputusan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

“Pemerintah kota tangerang telah membuatkan surat teguran kepada pihak rumah sakit yang tidak mentaati prosedur yang telah disosialisasikan sejak bulan Maret,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menghubungi layanan kegawat daruratan bebas pulsa 112 yang siap melayani masyarakat selama 24 jam ataupun UPT Pemakaman di nomor 081210286992.

“Bagi warga yang keluarganya atau mengetahui masyarakat lain yang terkena Covid19,” pungkas Liza.

Daryanto yang merupakan keponakan pasien yang dinyatakan suspek Covid-19 mengaku kecewa dengan Pemerintahan Kota Tangerang.

Sebab keluarganya harus merogoh uang Rp 15 juta untuk menyewa mobil ambulans dalam mengantarkan jasad tantenya ini ke tempat pemakaman.

“Kecewa, dalam hal ini pemerintah tidak tanggap,” ujar Daryanto warga asal Ciledug, Kota Tangerang itu kepada Warta Kota, Rabu (15/4/2020).

Kemudian pihak dokter menyatakan korban merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

“Ada masalah di paru-parunya, setelah menjalani perawatan meninggal dunia. Kemudian pihak rumah sakit menelepon layanan 112 Pemkot Tangerang untuk membawa jenazah tante saya ini,” ucap Daryanto.

“Tapi ditunggu-tunggu lama datangnya. Malah tidak ada jawaban. Jenazah tante saya keburu bau dan harus segera dimakamkan,” sambungnya.

Daryanto pun berinisiatif untuk menyewa jasa mobil Tangerang Ambulans Service.

Terjadi kesepatakan dengan biaya Rp. 15 juta.

“Apa karena tante saya ini hanya ODP jadinya tidak dilayani mobil Ambulans 112 Pemkot Tangerang itu. Apa karena korban menggunakan BPJS. Terus terang saya kecewa, peran pemerintah di sini terasa tidak ada. Semoga tidak ada korban lainnya yang mengalami seperti ini lagi,” kata Daryanto.

LihatTutupKomentar
Loading...