Loading...

Kena Corona saat Hamil hingga Koma, Seorang Ibu Baru Bisa Bertemu Bayinya 2 Minggu Kemudian

Loading...
Loading...

Ibu muda bernama Angela Primachenko terinfeksi virus corona ketika dirinya tengah hamil.

Saat terkena corona, usia kandungan Primachenko sudah masuk minggu ke-30.

Dikutip Tribunnews.com dari abcnews.go.com, saat pertama tahu terinfeksi Covid-19, Primachenko memutuskan berhenti bekerja.

Primachenko adalah seorang terapis pernapasan di Vancouver, Washington, Amerika Serikat.

Ia memilih untuk mengkarantina diri di rumah bersama suami dan anak pertamanya yang masih berusia 11 bulan.

Sebelum karantina mandiri, Primachenko sempat bertugas di Pusat Medis Legacy Salmon Creek.

Tiga minggu selama karantina mandiri, batuk yang dialami Primachenko semakin parah.

Beberapa hari kemudian, kondisinya semakin parah.

Bahkan Primachenko tak bisa berbicara di telepon dan hanya bisa berkomunikasi melalui teks yang ia ketik.

Akhirnya Primachenko dilarikan ke unit gawat darurat untuk kedua kalinya dan diperiksa oleh dokter kandungan.

Malamnya, ia masuk ruang ICU lantaran mengalami kesulitan pernapasan.

"Waktu itu aku merasa 'Ya Tuhan, beri aku kesempatan bernapas lima menit lagi'," ujar Primachenko saking ia sulit bernapas.

"Karena kesulitan bernapas rasanya begitu berat. Aku terengah-engah. Rasanya seperti kau mencoba untuk bernapas tapi tidak bisa," tuturnya.

Semakin hari, Primachenko semakin kesulitan menghirup oksigen.

Primachenko akhirnya diintubasi, atau dimasukkan selang dari hidung menuju paru-parunya.

Ia akhirnya mengalami koma yang diinduksi secara medis.

Dokter kandungan memutuskan 'mengambil' bayi yang dikandung Primachenko pada usia kehamilan ke-34 minggu.

Akhirnya Primachenko 'melahirkan' pada 1 April 2020.

Beberapa hari setelah sadar dari komanya, Primachenko baru merasakan bahwa perutnya sudah tak buncit lagi setelah keluar dari ICU.

"Aku tidak sadar bahwa aku sudah melahirkan setelah aku keluar dari ICU," ungkap Primachenko.

Primachenko memberi nama putri kecilnya Ava.

Setelah lahir, Ava langsung dirawat dengan ventilator selama sehari.

Ava dinyatakan sehat dan bebas dari corona.

Primachenko tak bisa bertemu Ava sebelum ia dinyatakan negatif dari corona.

Namun ibu muda itu masih bisa melihat bayinya dari FaceTime.

Dua minggu kemudian, Primachenko sudah dinyatakan negatif corona dan ia masih tak percaya akan cobaan berat yang dialaminya.

"Aku pulih, aku merasa jauh lebih baik setiap harinya. Ini gila. Semalam, aku berbaring di tempat tidur dan masih tak percaya 'Inikah kenyataan?'," kata Primachenko.

Primachenko pun mengingatkan orang-orang bahwa dirinya yang sudah berhati-hati pun tetap saja bisa terkena corona.

"Aku ingin berpesan kepada para ibu, aku selalu bertindak sesuai aturan. Aku melakukan segalanya dengan hati-hati, dan tetap saja kena (corona)," kata Primachenko.

"Dan hidup terus berjalan, aku berpesan agar kalian hidup dengan kebahagiaan bersama keluarga dan percaya pada Tuhan."

"Hiduplah sebaik yang kalian bisa," pesannya.

Update Corona Dunia

Berikut ini update kasus corona di seluruh dunia, dikutip Tribunnews.com dari worldometers.info Senin (20/4/2020) pukul 05.57 WIB.

Total kasus: 2,404,234

Meninggal 164,891

Sembuh 624,713

1. Amerika Serikat

Jumlah kasus: 763,083

Meninggal: 40,495

Sembuh: 70,806

2. Spanyol

Jumlah kasus: 198,674

Meninggal: 20,453

Sembuh: 77,357

3. Italia

Jumlah kasus: 178,972

Meninggal: 23,660

Sembuh: 47,055

4. Prancis

Jumlah kasus: 152,894

Meninggal: 19,718

Sembuh: 36,578

5. Jerman

Jumlah kasus: 145,184

Meninggal: 4,586

Sembuh: 88,000

6. Inggris

Jumlah kasus: 120,067

Meninggal: 16,060

7. Turki

Jumlah kasus: 86,306

Meninggal: 2,017

Sembuh: 11,976

8. China

Jumlah kasus: 82,735

Meninggal: 4,632

Sembuh: 77,062

9. Iran

Jumlah kasus: 82,211

Meninggal: 5,118

Sembuh: 57,023

10. Rusia

Jumlah kasus: 42,853

Meninggal: 361

Sembuh: 3,291

11. Brasil

Jumlah kasus: 38,654

Meninggal: 2,462

Sembuh: 22,130

12. Belgia

Jumlah kasus: 38,496

Meninggal: 5,683

Sembuh: 8,757

13. Kanada

Jumlah kasus: 35,056

Meninggal: 1,587

Sembuh: 11,843

14. Belanda

Jumlah kasus: 32,655

Meninggal: 3,684

Sembuh: 250

15. Swiss

Jumlah kasus: 27,740

Meninggal: 1,393

Sembuh: 17,800

16. Portugal

Jumlah kasus: 20,206

Meninggal: 714

Sembuh: 610

17. India

Jumlah kasus: 17,615

Meninggal: 559

Sembuh: 2,854

18. Peru

Jumlah kasus: 15.628

Meninggal: 400

Sembuh: 6,811

19. Irlandia

Jumlah kasus: 15.251

Meninggal: 610

Sembuh: 77

20. Austria

Jumlah kasus: 14,749

Meninggal: 452

Sembuh: 10,501

LihatTutupKomentar
Loading...