Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Menurut Islam, Simak Adab dan Tata Caranya Yang Benar!

Mencukur rambut kemaluan merupakan salah satu cara yang biasanya dilakukan perempuan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan di area genital. Selain itu, mencukur rambut kemaluan secara rutin juga bisa meningkatkan kepercayaan diri dan terhindar dari penyakit tertentu, demikian menurut Healthline. Namun pertanyaannya, bagaimana pandangan Islam mengenai kegiatan ini?

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina situs islami Konsultasi Syariah dari Madinah International University, mencukur bulu dan rambut kemaluan hukumnya disyariatkan dan tidak dilarang oleh agama Islam. Dalam tulisannya, Ustadz Ammi juga melampirkan beberapa dalil yang bisa dijadikan acuan.

Pertama, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن عائشة قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم عشر من الفطرة قص الشارب وإعفاء اللحية والسواك والاستنشاق بالماء وقص الأظفار وغسل البراجم ونتف الإبط وحلق العانة وانتقاص الماء يعني الاستنجاء بالماء

“Ada sepuluh hal dari fitrah (manusia); memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu pubis dan istinjak (cebok) dengan air. ” (HR. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Nasa’i, dan Ibn Majah).

Kedua dalam riwayat yang lain, Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خمس من الفطرة : الاستحداد ، والختان ، وقص الشارب ، ونتف الإبط وتقليم الأظفار

“Ada lima hal termasuk fitrah; Istihdad, khitan, memangkas kumis, mencabut bulu kemaluan, dan memotong kuku.” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnnya).

Kemudian, Imam as-Syaukani memberi penjelasan:

Istihdad adalah mencukup bulu kemaluan. Digunakan istilah istihdad, yang artinya mengunakan pisau, karena dalam mencukurnya digunakan pisau. Sehingga bisa dilakukan dalam bentuk dicukur (habis), dipotong (pendek),… (Nailul Authar, 1: 141).
Waktu yang dianjurkan untuk mencukur rambut kemaluan

Dalam mencukur rambut kemaluan, disunnahkan untuk dilakukan secara teratur dan tidak lebih dari 40 hari. Hal tersebut sesuai dengan hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan:

وقت لنا في قص الشارب وتقليم الأظفار ونتف الإبط وحلق العانة أن لا نترك أكثر من أربعين ليلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i).

Tata cara mencukur rambut kemaluan

Menurut As-Syaukani membawakan perkataan Imam an-Nawawi, membersihkan rambut kemaluan yang paling afdhal adalah dengan cara dicukur. Sementara itu, dalam mencukur rambut kemaluan, hendaknya dimulai dengan rambut bagian kanan atas lalu dilanjutkan menyamping ke kiri. Jika mengalami kesulitan, maka boleh dilakukan dari arah manapun bergantung dari situasi.

Namun, hal paling utama dan terpenting saat mencukur rambut kemaluan adalah berdoa terlebih dahulu supaya jin tidak mengintip saat Anda hendak mencukur rambut kemaluan.

Sebetulnya tidak ada doa yang secara khusus dianjurkan untuk mencukur rambut kemaluan dan jika tidak ingin diawali dengan doa juga bisa dilakukan. Namun, disaat seseorang membuka aurat, maka hal ini bisa dijadikan waktu bagi jin untuk mengintip sehingga disunnahkan untuk membaca basmalah atau doa masuk kamar mandi seperti yang telah diriwayatkan hadis riwayat Ali bin Abi Thalib ra di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Penutup antara pandangan jin dan aurat bani adam adalah ketika mereka masuk kamar mandi, mengucapkan bismillah”. (HR. Tirmidzi).