Kisah Pilu Seorang Nenek 90 Tahun, Naik Turun Bukit 5KM Untuk Jual Cengkeh Demi Bisa Makan.

Beliau tinggal seorang diri di sebuah gubuk yang hampir roboh di atas bukit. Harapan nenek ini begitu sederhana. Beliau berharap bisa mengundang majelis pengajian ke rumahnya bila sudah tak bocor.

Kehidupan yang tenang tanpa perlu bekerja keras, nampaknya tak bisa didapatkan oleh seorang nenek yang tinggal di atas bukit ini. Beliau adalah Mbah Parni yang kini sudah berusia 90 tahun.

Beliau tinggal sendirian di sebuah gubuk yang hampir roboh di atas bukit yang berada di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Beliau bahkan beberapa kali tertimpa genteng yang melorot dan menyebabkan rumahnya bocor.

Selain itu, rumah nenek ini hanya beralaskan tanah dan jadi becek saat hujan sedang mengguyur. Beliau juga tak memiliki kamar mandi sehingga harus menumpang pada tetangga saat butuh ke kamar mandi.

Meski sudah tak lagi muda dan usianya telah senja, beliau tetap berjualan cengkeh agar bisa menyambung hidup. Beliau biasanya mengumpulkan cengkeh tiap tiga hari sekali. Bila sudah terkumpul, cengkeh itu pun akan dijual di pasar terdekat.

Beliau harus menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer dengan berjalan kaki dan naik turun bukit agar bisa sampai ke pasar, sedangkan cengkehnya akan beliau gendong pada punggungnya.

Biasanya, beliau akan mendapatkan uang sekitar Rp10.500 dari hasil berjualan cengkeh tersebut. Uang itu pun harus cukup untuk makan selama tiga hari, padahal itu bukanlah jumlah yang banyak.

Meski harus menjalani hidup yang sulit di usia tua, beliau tak pernah mengeluh. Bahkan, beliau begitu rajin beribadah dan shalat lima waktu. Beliau bahkan masih semangat menghadiri majelis pengajian bersama dengan ibu-ibu.

Sebenarnya, beliau memiliki anak. Namun, anaknya tinggal jauh darinya. Beliau tak mau merepoti anaknya yang kondisinya tak jauh berbeda dari dirinya. Orang tua memang selalu seperti itu, rela mengorbankan dirinya agar anaknya tidak susah, begitu pula dengan Mbah Parni.

Sebenarnya keinginan beliau sangatlah sederhana. Beliau hanya berharap bisa mengundang majelis pengajian ke rumahnya bila sudah tidak bocor lagi. Mari kita bantu wujudkan harapan beliau dengan berdonasi di nomor rekening 7770800808 (Bank Mandiri Syariah) atas nama Partner in Goodness.

Semoga harapan beliau ini bisa terpenuhi dan selalu dilancarkan rezekinya oleh yang Maha Kuasa. Semoga sehat-sehat selalu, Mbah.