Sering Bermimpi Pergi ke Makkah, Pemuda Tionghoa Masuk Islam, Meski Ditent4ng habis-habisan Oleh Keluarga

Sering Bermimpi Pergi ke Makkah, Pemuda Tionghoa Masuk Islam, Meski Diambil oleh Keluarga

Indah sekali bila Allah SWT mengaruniakan tuntunan melalui mimpi. Hal ini terjadi pada seorang pemuda Tionghoa yang masuk Islam setelah sering bermimpi terakreditasi sebagai penceramah agama dan menginjakkan kaki di Tanah Suci, Makkah.

Mohd Dylan Yap Abdullah, 24, atau nama aslinya Yap Sheng Mei, mengucapkan dua kata syahadat pada 14 Mei, setelah delapan tahun 'jatuh cinta dalam diam' melawan Islam. Mohd Dylan yang mengaku mengalami kedamaian luar biasa sebagai seorang Muslim kini belajar Islam di Perkim Islamic Da'wah Institute (IDIP), Pengkalan Chepa, sini.

Ia menuturkan, ketertarikannya pada Islam berawal dari sekolah di bangku SMA, terlebih ketika seorang teman pernah memberikan buku tentang kisah 25 nabi dan rasul.

“Seorang teman meminta saya untuk memahami apa yang ada di buku itu dan hari demi hari setelah membacanya, ketertarikan itu semakin kuat untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam. “Di dalam buku itu ada pernyataan tentang aturan dalam Islam, shalat lima waktu dan semua hal baik tentang Islam.

“Namun, saat itu pemahaman saya masih belum jelas dan belum ada yang bisa dirujuk hingga tahun lalu saya diberi tuntunan oleh Allah melalui mimpi yang sama selama empat bulan membuat saya bertekad untuk memeluk Islam.

“Begitu saya menjadi kerabat baru, saya belajar tentang Islam di sebuah surau dekat rumah saya di Sepang, Selangor selama enam bulan sebelum ditawarkan ke IDIP,” ujarnya seperti dilansir portal Berita Harian. Mohd Dylan mengatakan, tindakannya dalam memeluk Islam masih belum diketahui secara jelas oleh anggota keluarganya, malah hanya mengetahui keinginannya untuk masuk Islam.

Ia mengaku sebelumnya telah menyuarakan keinginannya untuk memeluk Islam, namun ditentang habis-habisan, terutama ibunya yang beberapa kali mengancam akan bunuh diri jika keinginannya terus berlanjut. “Namun rencana Tuhan sudah ditetapkan, saya tetap bertekad untuk memeluk Islam,” ujarnya yang mengundurkan diri sebagai supervisor di supermarket di Selangor untuk menempuh studi di IDIP yang memakan waktu tiga tahun.

Ia yang bertunangan dengan gadis asal Klang, Selangor ini mengaku baru saja kembali ke rumahnya saat libur Imlek, namun kecewa karena perlakuannya tidak seramah dulu.

Mohd Dylan juga hanya diam ketika ditanya oleh keluarganya yang menanyakan apakah dia pernah masuk Islam atau tidak pernah mengikuti khuat1r dengan u.gutan ibunya sebelumnya. "Saya berniat melanjutkan studi saya di Yordania suatu hari nanti dan jika diberi kesempatan, ingin mengabdi di lembaga agama Islam mana pun," katanya.